Follow Me

Booking Hotel Disini

Download SOPA/PIPA Blackout Page Template

Diposkan oleh Touya Blog on

Maros - abis keliling di Dunia Maya, semuanya pada sibuk membicarakan masalah PIPA dan SOPA ini, bagi para sebagian besar Aktifis dan Penggiat IT, merasa di rugikan dengan peraturan ini yang di canangkan oleh Negara yangdulunya adikuasa (menurut ku), bisa di katakan, jika undang-undang ini di setujui dan di sah kan, maka akan berbahaya juga bagi konsumen informasi, karena informasi yang tersebar akan semakin lambat, karena di larangnya penyebaran tanpa izin pemilik (pembajakan) yah, pembajakan itu ada yang buruk dan ada yang tidak baik juga tentunya, bisa di katakan kata pembajakan itu seperti pisai bermata dua.
kenapa saya bilang seperti itu, karena bagi konsumen informasi itu tidak hanya 1 pilihan, atau 1 keinginan, misalnya saja ada yang membutuhkan sebuah Aplikasi atau Video Clip dan saya memberikan file itu dengan Media upload server. apakah itu di katakan pelanggaran? tentu pelanggaran bagi pemiliknya, tapi ini sebuah keuntungan bagi konsumen yang membutuhkan. jadi ingat kata kangen band waktu mereka baru naik daun, dia mengatakan terima kasih kepada pembajak karena telah membajak lagu nya, dan akhirnya menjadi semakin terkenal. tentu saja denga undang-undang ini, Internet jadi pelit susah dapatkan yang warez, orang yang ahli dalam programing melakukan Modifikasi pada sebuah software dan modifikasi nya itu membuat software tersebut semakin sempurna lalu membagikan dengan gratis, itu posisinya juga sulit, terlihat abu-abu Konsumen software tersebut merasa di untungkan dan merasa di manjakan, tapi kerugian bagi Developer software tersebut.
walaupun saya ANTI 100% dengan PIPA/SOPA tersebut, tapi saya tidak mau banyak Bacot masalah ini, bentuk Protes saya dengan membagikan Template

SOPA/PIPA Blackout Page Template

download nya di sini


Silahkan Tinggalkan Pesan
SelanjutnyaDownload SOPA/PIPA Blackout Page Template

Diposkan oleh Touya Blog on Sabtu, 21 Januari 2012

Materi CCNA (Cisco Certified Network Associate)

Diposkan oleh Touya Blog on

 Maros - Pernah tidak kalian dengar tentang CCNA (Cisco Certified Network Associated)? itu merupakan Program keluaran Cisco untuk mereka yang berkeinginan kuat dalam memahami jaringan sekaligus yang ingin mendapatkan sertifikasi Jaringan dari Cisco.
tentu menurut saya mendapatkan sertifikat ini tidaklah begitu mudah dan tidak murah, perlu melalui CNAP (Cisco Networking Academy Program) dengan memberikan materi melalui Online melalui http://cisco.netacad.net. dan Alumni CCNA ini semuanya akan menjadi profesional di bidang Jaringan Komputer sebagai Network Administrator atau Network Engineer Materi diberikan selama sekitar 240 jam pertemuan 
untuk info lebih jelasnya bisa liat di website ini : http://www.stts.edu/sertifikasi/ccna.htm
tapi yang saya posting di sini bukanlah bagaimana cara mendaftar dan cara mendapatkan sertifikat tersebut, artikel ini sengaja saya buat untuk mereka yang berkeinginan kuat dalam belajar Networking seperti para pelajar di Cisco, tentu dengan gratis, dan tanpa sertifikat, hehheheee... saya mau beritahu kepada teman2, kalau ilmu itu tidak semahal kata anak sekolahan, di sini anda bisa dapatkan module CCNA dengan gratis cuma menggunakan biaya internet saja, heheheee...
bagi teman-teman yang berkeinginan kuat menjadi seorang ahli Networking silahkan Download Module CCNA di sini untuk passwordnya mungkin yang cocok itu : presidenganteng



Silahkan Tinggalkan Pesan
SelanjutnyaMateri CCNA (Cisco Certified Network Associate)

Diposkan oleh Touya Blog on Rabu, 18 Januari 2012

Monitor Canggih Masa Depan

Diposkan oleh Touya Blog on

JERUSSALEM - Melihat ukuran gadget yang akhir-akhir ini jadi makin kecil, ide untuk mewujudkan layar portabel yang dapat dibawa kemana pun nampaknya semakin dekat kenyataan.

Lumus, sebuah perusahaan teknologi yang mengkhusukan diri pada teknologi visual canggih, menunjukkan perangkat bernama PD-18-2. Seperti dilansir Dailymail, Sabtu (14/1/2012), perangkat berbentuk kacamata itu terlihat rumit, namun membuat penggunanya bisa melihat gambar berkualitas tinggi sambil berjalan.
SelanjutnyaMonitor Canggih Masa Depan

Diposkan oleh Touya Blog on Sabtu, 14 Januari 2012

Wawasan Cyber-Politics: Hacktivism, Cybercrime/Cybermafia, Cyberterrorism, dan Cyberwarfare

Diposkan oleh Touya Blog on

Tangselkita - Dunia global dan kemajuan teknologi modern, perkembangan internet beserta aktivitas di dunia maya/cyber tidak terlepas dari meningkatnya aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas untuk tujuan profit, sosial-politik atau sebaliknya hanya sekedar penyebaran ideologi individu semata. Namun yang sangat disayangkan hari ini, masyarakat umum ternyata masih agak awam dalam memahami perbedaan diantara aksi-aksi di dunia maya yang kerap melibatkan teknik hacking komputer dengan beragam motif tersebut. 
Sederhananya, seorang kriminalitas cyber di dunia maya (cracker=perusak) berbeda dengan hacker, berbeda dengan hacktivist, berbeda dengan cyberterrorist.
Hacktivism & Cybercrime
Sebut saja Political Acktivism atau yang dikenal dengan istilah Hacktivism yang berbeda secara definisi dan implementasi dengan Cybercrime apalagi Cyberterrorism. Namun pembedaan ini menjadi kabur seiring dengan minimnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga konotasi negatif kerap melekat dan sebaliknya mereka para pemula yang minim wawasan (baca: internet users/pecinta teknologi) justru semakin terbodohi oleh statement-statement antipolitik di dunia maya.
Hacktivism secara definisi dimaknai sebagai aksi yang tidak menggunakan kekerasan fisik juga tidak menimbulkan kekerasan fisik secara langsung dengan menggunakan teknik hacking komputer untuk tujuan-tujuan politis. Mengutip Samuel dalam pembatasan disertasi Harvard nya hacktivism is the nonviolent use of illegal or legally ambigous digital tools in pursuit of political ends. Bentuk aksi Hacktivism misalnya seperti yang dilakukan kelompok Hacktivism pertama the Cult of the Dead Cow di Amerika salahsatunya lewat aksi developing ‘Goolag Tool’ sebagai bentuk protes atas dominasi microsoft, atau kelompok The Electrohippies di Inggris dengan Gerakan propaganda Anti-Globalisasi nya di dunia maya.
Hacktivism berbeda dengan Cyber-crime dan Cyberterrorism yang dari aksi non-fisiknya dapat menimbulkan kekerasan fisik di dunia nyata. Seorang hacktivist tidak melakukan aksi (sekalipun ilegal) untuk tujuan profit atau menciderai internet users atau individu dan kelompok di dunia nyata. Diantara aksi-aksi Hacktivism yang dikenal umum oleh masyarakat global adalah DDoS Attack, Political Defacement/Cracking, penyerangan email, Hacking and Computer Breaks-in, serta penyebaran virus komputer dan worm (I LOVE U Virus).
Cybercrime menurut European Commission secara definisi “criminal offences commited by means of electronic communication networks and information system or againts such networks and systems”, yang digolongkan sebagai aksi Cybermafia jika kelompok penjahat dunia maya tersebut terorganisir. Kegiatan kriminalitas siber kelas dunia salah satunya seperti yang terjadi ditahun 2001 ketika 150 expert internet users melakukan rapat di Eropa bagian Timur tepatnya Ukraina untuk membentuk suatu organisasi kriminal ‘CarderPlanet’ dibawah pimpinan Dmitry Glubov sebagai ‘the Godfather’ dengan pemahaman dasar bahwa internet mampu menciptakan kesempatan money laundry dan profit making. Kelompok yang tergolong mafiacyber ini mengorganisir pencurian data kartu kredit lalu menjualnya melalui aksinya yang dikenal dengan ‘trafficking banking data.’
Cyberterrorism
Cyberterrorism adalah bentuk extreme lain dalam terminologi dunia modern yang melibatkan aksi-aksi dengan teknologi untuk tujuan politis lewat aksi kriminalitas maya seperti penyerangan sistem komputer, networks, yang tujuannya membahayakan, merugikan bahkan dapat menciderai kehidupan manusia dan mengancam keamanan nasional suatu negara. Diantara aksi mereka seperti mencari kelemahan (vulnerability) dalam sistem kontrol transportasi (traffic control system) target.
Mengutip satu definisi umum, menurut agen FBI Mark Pollitt ‘cyberterrorism is the premeditated, politically motivated attack againts information, computer systems, computer programs, and data which result in violence againts noncombatant targets by subnational groups or clandestine agents. Ditambahkan Danning, pakar cyber-politics, bahwa aksi-aksi terorisme melalui dunia cyber dapat menyebabkan kerugian-kerugian yang sangat serius, bisa berupa kesulitan ekonomi sampai dengan menghilangkan kekuasaan suatu Pemerintahan atau membuat collaps Perusahaan target di suatu negara.  
Diawal-awal kemunculannya salah satu aksi cyberterrorism yang menyita banyak perhatian dunia global diantaranya yang terjadi di Jepang tahun 1995 dimana sebuah software yang disusupkan terroris berhasil mengacaukan jalur transportasi di Tokyo yang membunuh 12 orang dan melukai lebih dari 6000 orang.
Cyberwarfare
Aksi-aksi diatas tidak jauh berbeda dengan ‘Cyberwarfare’ dalam terminology Cyber-Politics yang belakangan ini semakin marak diperbincangkan dan dipromosikan media-media di penjuru dunia, terutama semenjak penyerangan stuxnet ke Instalasi Pengayaan Uranium Iran.
Istilah-istilah seperti Aurora, Stuxnet, Ghosnet sampai Wikileaks Takedown dan semua konsepsi global terkait digunakannya technology hacking komputer untuk tujuan-tujuan politik dalam format Perang Dunia Maya, disinilah pembahasan Cyber-Warfare sesunggungguhnya dapat difokuskan. 
Cyberwarfare atau Perang Cyber adalah aksi-aksi dunia maya yang melibatkan penggunaan teknik hacking komputer didasari oleh kepentingan-kepentingan Pemerintah suatu negara untuk tujuan-tujuan politik (ekonomi-sosial, dll) melalui aksi-aksi spionase atau sabotase sampai otoritas ‘system remote’ terhadap komputer target, yang dapat merugikan dan menimbulkan kerusakan yang signifikan.
 
Nofia FITRI adalah Mahasiswi Program Master Hubungan Internasional (EMU/Turki), author untuk ‘Democracy Discourses through the Internet Communication’, ‘Refleksi Wikileaks: Hacktivism dan Politik Global’, dan ‘Cyber-Politics: Perang Dunia Maya dan Tantangan Dunia Masa Depan.’
*Penulis berterimakasih kepada Ula Juhda untuk publikasi pertama paper ini, Kendedes Aremanita 'META' dan Kurniawan (x-code) yang menginspirasi ditulisnya paper ini, Ry xtr0nic, Leo Retro, Cakill Schumbag, dan Redbastard yang selalu menguji pengetahuan penulis, serta Dedi Romeo untuk kesabaran dan supportnya.


Sumber : http://tangselkita.com/berita-634-wawasan-cyberpolitics-hacktivism-cybercrimecybermafia-cyberterrorism-dan-cyberwarfare.html

Silahkan Tinggalkan Pesan
SelanjutnyaWawasan Cyber-Politics: Hacktivism, Cybercrime/Cybermafia, Cyberterrorism, dan Cyberwarfare

Diposkan oleh Touya Blog on Rabu, 04 Januari 2012